Kebijakan AI yang Bertanggung Jawab
Published by:Binari Legal & CompliancePublished at:18 Juli 2020Last Updated:19 Maret 2025Read time:13 menit bacaPrinsip Binari dalam menggunakan dan menerapkan AI secara bertanggung jawab, mencakup akuntabilitas manusia, privasi, keamanan, dan transparansi.
1. Pendahuluan
AI dapat memberikan nilai bisnis yang nyata bila digunakan dengan penilaian manusia yang memadai, akuntabilitas yang jelas, keamanan yang layak, transparansi, perlindungan data, dan kontrol kualitas yang sesuai. Kebijakan ini menjabarkan prinsip-prinsip yang memandu Binari dalam menggunakan dan menerapkan AI, baik untuk kepentingan internal kami maupun dalam solusi yang kami bangun bagi klien.
2. Ruang Lingkup Kebijakan Ini
Kebijakan ini dapat berlaku untuk teknologi AI yang digunakan atau diterapkan oleh Binari, termasuk generative AI, large language model, sistem machine learning, alat bantu pengembangan berbasis AI, fitur perangkat lunak yang didukung AI, AI Search dan answer engine, alat pembuatan atau analisis konten, otomasi berbasis AI, serta sistem rekomendasi atau klasifikasi.
Kebutuhan spesifik suatu proyek juga dapat diatur secara terpisah melalui perjanjian klien, spesifikasi teknis, persyaratan keamanan, DPA, atau ketentuan khusus sektor yang bersangkutan.
3. Prinsip AI yang Bertanggung Jawab dari Binari
Kami menerapkan sepuluh prinsip inti berikut dalam penggunaan dan penerapan AI:
- Akuntabilitas Manusia: keputusan akhir dan tanggung jawab tetap berada pada manusia, bukan pada sistem AI itu sendiri.
- Tujuan dan Nilai Bisnis: AI digunakan untuk menyelesaikan masalah yang jelas, bukan sekadar karena teknologinya tersedia.
- Privasi dan Perlindungan Data: pemrosesan data pribadi melalui AI mengikuti hukum yang berlaku dan Kebijakan Privasi kami.
- Keamanan dan Resiliensi: risiko keamanan spesifik AI dipertimbangkan sesuai konteks penggunaannya.
- Transparansi: kami berupaya menjelaskan penggunaan AI yang secara material memengaruhi suatu pengalaman digital atau proses bisnis.
- Akurasi dan Keandalan: kami mengakui keterbatasan AI dan menerapkan kontrol yang wajar untuk mengurangi risiko kesalahan.
- Keadilan dan Pengurangan Dampak Buruk: potensi bias dan dampak yang tidak adil dipertimbangkan pada penggunaan yang relevan.
- Penghormatan Kekayaan Intelektual: penggunaan AI memperhatikan hak cipta, merek dagang, dan materi milik pihak lain.
- Penggunaan Data yang Bertanggung Jawab: data yang diproses melalui AI digunakan untuk tujuan yang sah dan terdefinisi.
- Evaluasi dan Perbaikan Berkelanjutan: praktik kami ditinjau secara berkala seiring perkembangan teknologi AI.
4. Akuntabilitas dan Pengawasan Manusia
Binari memperlakukan AI sebagai alat yang mendukung manusia dan proses bisnis, bukan pengganti akuntabilitas manusia. Bergantung pada risiko dan konteksnya, kami dapat menerapkan tinjauan manusia, alur persetujuan, validasi manual, prosedur eskalasi, atau penetapan akuntabilitas yang jelas atas suatu output AI.
Tingkat pengawasan manusia yang diterapkan mencerminkan dampak potensial, sensitivitas keputusan, jenis data yang terlibat, kebutuhan keandalan, dan persyaratan dari klien yang bersangkutan. Kami tidak menyatakan bahwa setiap output AI ditinjau secara manual di setiap kesempatan; tingkat tinjauan disesuaikan dengan tingkat risikonya.
5. Penggunaan AI yang Terbatas pada Tujuannya
AI sebaiknya digunakan untuk tujuan yang jelas dan sah. Sebelum menerapkan AI pada suatu pekerjaan, kami mempertimbangkan masalah bisnis yang hendak diselesaikan, apakah AI merupakan pendekatan yang tepat, manfaat yang diharapkan, keterbatasan yang mungkin timbul, risiko operasional, serta ketersediaan alternatif yang lebih sederhana. AI tidak diperkenalkan semata-mata karena teknologinya tersedia.
6. Privasi dan Data Pribadi
Ketika penggunaan AI melibatkan data pribadi, kami berupaya meminimalkan data pribadi yang tidak diperlukan, menggunakan data hanya untuk tujuan yang sah dan terdefinisi, mengikuti ketentuan perlindungan data yang berlaku, dan menghindari paparan data rahasia atau pribadi yang tidak perlu kepada layanan AI pihak ketiga. Peran penyedia AI eksternal turut dinilai pada konteks yang relevan.
Untuk penjelasan lebih lengkap mengenai kewajiban perlindungan data, silakan merujuk pada Kebijakan Privasi dan DPA Binari.
7. Kerahasiaan Klien dan Alat AI
Personel Binari diharapkan berhati-hati sebelum memasukkan informasi klien ke dalam sistem AI pihak ketiga. Beberapa hal yang dipertimbangkan meliputi kerahasiaan, pembatasan kontraktual, sensitivitas data, ketentuan penggunaan data dari penyedia, kebijakan pelatihan model, pengaturan retensi, serta perbedaan antara lingkungan AI enterprise dan lingkungan AI publik.
Informasi rahasia klien tidak boleh diunggah ke alat AI publik atau alat yang tidak terkontrol apabila hal tersebut akan melanggar kewajiban kontraktual, privasi, atau keamanan yang berlaku.
8. Pemilihan Penyedia dan Alat AI
Binari dapat mengevaluasi penyedia AI berdasarkan faktor seperti keamanan, privasi, keandalan, penanganan data, ketentuan kontraktual, kapabilitas model, lokasi pemrosesan data secara geografis, kontrol tingkat enterprise, ketersediaan API, dan kesesuaian operasional. Tingkat due diligence formal yang diterapkan dapat berbeda antar penyedia, tergantung pada risiko dan konteks penggunaannya.
9. Akurasi, Halusinasi, dan Keandalan
Kami mengakui secara terbuka bahwa sistem generative AI dan LLM dapat menghasilkan informasi yang tidak akurat, jawaban yang tidak lengkap, halusinasi fakta, kesalahan interpretasi konteks, atau hasil yang tidak konsisten. Ini adalah keterbatasan yang melekat pada teknologi ini saat ini, bukan sesuatu yang dapat sepenuhnya dihilangkan.
Bergantung pada aplikasinya, kami dapat menerapkan kontrol seperti verifikasi manusia, validasi sumber, structured prompting, mekanisme retrieval, pengujian, pemantauan, ambang batas keyakinan (confidence threshold), atau proses fallback untuk mengurangi risiko tersebut.
10. Keadilan dan Bias
Sistem AI dapat mencerminkan keterbatasan pada data pelatihannya, bias historis, keterbatasan kontekstual, atau pilihan desain model tertentu. Ketika penggunaan AI memengaruhi pengguna atau keputusan bisnis, kami mempertimbangkan potensi hasil yang tidak adil atau merugikan dan menerapkan langkah evaluasi maupun mitigasi yang sesuai. Menghilangkan bias sepenuhnya dari sistem AI bukan sesuatu yang realistis untuk dijanjikan; yang bisa kami lakukan adalah terus menguranginya.
11. Transparansi dan Keterjelasan
Binari berupaya memberikan transparansi yang layak ketika AI secara material memengaruhi suatu pengalaman digital atau proses bisnis. Bergantung pada konteksnya, hal ini dapat mencakup pemberitahuan bahwa suatu fitur dibantu oleh AI, penjelasan mengenai tujuan umum fitur tersebut, penjelasan atas keterbatasan yang signifikan, jalur eskalasi ke manusia, atau dokumentasi atas asumsi-asumsi penting yang digunakan. Kebutuhan keterjelasan ini dapat berbeda tergantung pada kelayakan teknis dan tingkat risikonya.
12. Konten yang Dihasilkan AI
Ketika AI membantu penulisan, ringkasan, analisis, ideasi, kode, dokumentasi, konten SEO, atau konten AI Search, materi yang dihasilkan sebaiknya diperlakukan sebagai draf atau output yang dibantu AI, bukan hasil akhir. Bergantung pada tujuan penggunaannya, materi tersebut dapat memerlukan tinjauan faktual, tinjauan editorial, pemeriksaan orisinalitas, tinjauan brand, tinjauan hukum, atau validasi teknis, karena tidak semua konten yang dibantu AI ditulis sepenuhnya oleh manusia.
13. SEO, AEO, GEO, dan AI Search Optimization
Aktivitas AI Search Optimization Binari dimaksudkan untuk membantu konten digital menjadi lebih jelas, lebih terstruktur, otoritatif, mudah dibaca mesin, berguna bagi pengguna, dan mudah dipahami oleh sistem pencarian maupun AI.
Binari tidak berupaya memanipulasi sistem AI melalui praktik yang menipu, memalsukan otoritas, membuat sitasi palsu, menyamar sebagai sumber pihak ketiga, membangun entitas yang menyesatkan, atau sengaja mempublikasikan informasi palsu untuk memengaruhi jawaban AI.
Perlu dipahami bahwa sistem AI search dikendalikan oleh pihak ketiga; peringkat, sitasi, rekomendasi, dan inklusi dalam jawaban AI tidak dapat kami jamin. Metodologi yang kami gunakan juga terus berkembang seiring perubahan teknologi pencarian.
14. Kekayaan Intelektual dan Hak Cipta
Penggunaan AI di Binari memperhatikan hak cipta, merek dagang, lisensi, materi milik klien, informasi rahasia, dan kekayaan intelektual pihak ketiga lainnya. Ketika output yang dihasilkan atau dibantu AI digunakan, kami mempertimbangkan hak atas sumbernya, pembatasan lisensi, orisinalitas, kebutuhan atribusi, dan pengaturan kepemilikan kontraktual. Perlakuan hukum atas kepemilikan karya yang dihasilkan AI dapat berbeda-beda tergantung konteks dan yurisdiksi, sehingga kami tidak membuat klaim mutlak mengenai kepemilikan hak cipta atas output AI.
15. Pengembangan Perangkat Lunak yang Dibantu AI
Alat AI dapat membantu developer kami dalam bentuk saran kode, dokumentasi, pengujian, debugging, eksplorasi arsitektur, atau tugas repetitif lainnya. Kode yang dihasilkan AI tidak secara otomatis dianggap siap produksi.
Bergantung pada proyeknya, kontrol yang sesuai dapat mencakup code review, tinjauan keamanan, pengujian, tinjauan dependency, tinjauan lisensi, dan validasi kinerja. Insinyur kami tetap bertanggung jawab atas keputusan produksi dalam lingkup tanggung jawab masing-masing.
16. Keamanan dan AI
Penggunaan AI membawa risiko keamanan yang spesifik, seperti prompt injection, kebocoran data, akses tidak sah, input yang berbahaya, kode hasil AI yang tidak aman, integrasi dengan izin akses berlebihan, dan kerentanan pada model pihak ketiga. Kontrol yang sesuai dipilih berdasarkan sistem dan tingkat risiko yang bersangkutan. Untuk gambaran lebih luas mengenai praktik keamanan kami, silakan kunjungi halaman Keamanan & Kepatuhan.
17. Kasus Penggunaan Berisiko Tinggi atau Sensitif
Sebagian penggunaan AI memerlukan pengawasan lebih ketat karena dapat melibatkan data pribadi yang sensitif, keputusan signifikan yang memengaruhi individu, sektor yang diregulasi, konteks keuangan atau kesehatan, keputusan ketenagakerjaan, fungsi yang berkaitan dengan keselamatan, atau keputusan hukum dan kepatuhan.
Pada situasi semacam ini, Binari mempertimbangkan persyaratan hukum yang berlaku, tingkat pengawasan manusia, kebutuhan akurasi, sensitivitas data, keamanan, dampak yang ditimbulkan, dan persyaratan tata kelola dari klien yang bersangkutan.
18. Penggunaan AI yang Dilarang atau Dibatasi
Binari tidak mendukung dan membatasi penggunaan AI untuk menghasilkan konten yang menipu atau curang secara sengaja, peniruan identitas tanpa izin, pengawasan yang melanggar hukum, diskriminasi yang disengaja, penggunaan informasi rahasia tanpa izin, pembuatan malware atau sistem berbahaya, manipulasi yang dirancang untuk menyesatkan pengguna, pembuatan sitasi atau bukti palsu secara sengaja, maupun penggunaan AI lain yang melanggar hukum atau kewajiban kontraktual yang berlaku.
19. Tanggung Jawab Bersama antara Binari dan Klien
AI yang bertanggung jawab merupakan tanggung jawab bersama ketika Binari mengembangkan atau mengintegrasikan AI untuk klien. Bergantung pada keterlibatannya, klien dapat bertanggung jawab untuk mendefinisikan tujuan penggunaan, menyediakan data yang sah, memvalidasi kebutuhan bisnis, menetapkan alur persetujuan, menyusun tata kelola khusus sektornya, menentukan tingkat risiko yang dapat diterima, dan memastikan pengungkapan yang layak kepada pengguna akhir. Tanggung jawab ini tidak sepenuhnya dialihkan kepada klien; Binari tetap memikul bagian tanggung jawabnya sendiri sebagaimana diuraikan pada kebijakan ini.
20. Pengujian dan Evaluasi
Sistem AI dievaluasi secara proporsional sesuai kasus penggunaannya. Evaluasi yang mungkin diterapkan meliputi pengujian akurasi, pengujian fungsional, pengujian keamanan, tinjauan kualitas output, pengujian edge-case, tinjauan keadilan atau bias, pengujian adversarial, dan pemantauan kinerja. Tidak setiap proyek menjalani seluruh bentuk pengujian ini; cakupan pengujian disesuaikan dengan risiko dan kompleksitas proyek yang bersangkutan.
21. Pemantauan dan Perbaikan Berkelanjutan
Teknologi AI berkembang dengan cepat. Kami dapat secara berkala meninjau kinerja model, perubahan pada penyedia, risiko baru yang muncul, perkembangan regulasi, isu keamanan, kesesuaian dengan kebutuhan bisnis, umpan balik pengguna, dan praktik terbaik industri. Kebijakan ini sendiri juga dapat berkembang seiring waktu.
22. Tata Kelola AI dan Tanggung Jawab Internal
AI yang bertanggung jawab memerlukan kolaborasi lintas fungsi, termasuk engineering, produk, keamanan, privasi, kepatuhan, manajemen proyek, dan pemangku kepentingan bisnis lainnya. Tim dan pemangku kepentingan yang relevan berbagi tanggung jawab atas penerapan prinsip-prinsip pada kebijakan ini sesuai peran masing-masing.
23. Melaporkan Kekhawatiran Terkait AI
Klien, pengguna, atau pemangku kepentingan lain yang memiliki kekhawatiran mengenai penggunaan AI oleh Binari, misalnya terkait konten yang dihasilkan AI dan dianggap tidak akurat, privasi, output yang berpotensi merugikan, kekayaan intelektual, keamanan, atau perilaku AI yang tidak semestinya, dapat menghubungi kami melalui:
PT Binary Cipta Solusindo (Binari)
Email: [email protected]
24. Perubahan pada Kebijakan Ini
Kebijakan ini dapat berkembang seiring perubahan teknologi AI, perkembangan hukum dan regulasi, pematangan standar industri, evolusi layanan Binari, serta munculnya risiko atau praktik terbaik baru. Tanggal pembaruan terakhir akan selalu tercantum di bagian atas halaman ini.
Hubungannya dengan Kontrak Klien
Kebijakan AI yang Bertanggung Jawab ini menyatakan prinsip tata kelola umum Binari. Kewajiban AI yang spesifik untuk suatu proyek dapat ditetapkan secara terpisah melalui proposal, Statement of Work, perjanjian layanan, DPA, persyaratan keamanan, atau ketentuan khusus proyek terkait AI. Apabila suatu perjanjian klien yang mengikat memuat persyaratan yang lebih spesifik, perjanjian tersebutlah yang berlaku bagi keterlibatan yang bersangkutan.


