• Dashboard
  • Web App
Halaman utama sistem Asset & Liabilities Management di laptop, menampilkan menu modul

Sistem Asset & Liabilities Management untuk Bank

DISCLAIMER:
Untuk melindungi kerahasiaan klien, seluruh data yang ditampilkan, termasuk nama, angka, pengenal, nilai, serta panjang, struktur, dan format data tersebut, telah diganti dengan data fiktif, diacak, atau disamarkan, dan tidak mencerminkan data maupun sistem asli klien mana pun. Tidak ada kesimpulan mengenai data, sistem, atau informasi bisnis klien mana pun yang dapat ditarik dari materi ini. Kemiripan dengan orang, organisasi, atau data yang sebenarnya murni kebetulan.

Kembali ke studi kasus

Tentang Proyek

Sistem Asset & Liabilities Management untuk bank umum nasional. Sistem ini membantu tim risiko menghitung dan melaporkan rasio likuiditas serta risiko suku bunga sesuai ketentuan regulator. Data dari beberapa sumber diimpor dan divalidasi, perhitungan berjalan dari template yang bisa diatur, dan setiap laporan melewati persetujuan bertahap sebelum diterbitkan.

Klien
Confidential
Banking Sector
Halaman utama sistem dengan deretan modul

Fitur Utama

  • Halaman kualitas data dengan tahap impor, validasi, dan penyaringan untuk setiap pengambilan data

    Impor dan validasi data bertahap

    Data melewati tahap impor, validasi, penyaringan, dan siap pakai. Setiap pengambilan data punya status yang jelas, sehingga data bermasalah terlihat dan bisa dibersihkan sebelum dipakai menghitung.

  • Pencocokan dengan neraca

    Data dan laporan dicocokkan otomatis dengan data neraca dan diberi status sesuai atau tidak sesuai. Hasilnya bisa diekspor atau dicetak untuk arsip.

  • Laporan Liquidity Coverage Ratio beserta panel persetujuannya

    Laporan Liquidity Coverage Ratio (LCR) dan Net Stable Funding Ratio (NSFR)

    Laporan dihitung dari data tervalidasi dan template yang berlaku. Laporan bisa dihitung ulang atau dijalankan untuk tanggal sebelumnya, dan diterbitkan setelah disetujui.

  • Panel persetujuan dengan pilihan setuju dan tolak

    Alur maker dan approver

    Perubahan data dan laporan baru berlaku setelah disetujui orang lain. Approver melihat apa yang ditambah, diubah, atau dihapus, penolakan wajib disertai alasan, dan satu halaman ringkasan menampilkan semua yang masih menunggu.

  • Dashboard dan pemantauan risiko

    Hasil rasio likuiditas tampil di dashboard harian atau bulanan. Modul pemantauan risiko menambahkan indikator risiko likuiditas dan dashboard tersendiri.

  • Perhitungan risiko suku bunga beserta panel persetujuannya

    Laporan Interest Rate Risk in the Banking Book (IRRBB) dan Liquidity Gap

    Laporan risiko suku bunga dan laporan Liquidity Gap memakai alur yang sama, jadi tim mengerjakan semua laporan dengan cara yang sama.

  • Jejak audit dan kontrol akses

    Setiap aktivitas tercatat, dan akses diatur per peran, sehingga setiap pengguna hanya melihat dan mengerjakan bagian yang menjadi wewenang perannya.

  • Editor template laporan

    Template laporan yang bisa diatur

    Komponen laporan dan aturan hitung disusun lewat template. Ketika regulator mengubah aturan, template diperbarui dan sistem tidak perlu dibangun ulang.

Cara kami membangun sistem Asset & Liabilities Management untuk bank umum nasional

Ini adalah sistem Asset & Liabilities Management yang kami bangun untuk tim risiko sebuah bank umum nasional. Sistem ini membawa pelaporan risiko likuiditas dan suku bunga bank ke dalam satu aplikasi. Data dari beberapa sistem sumber diimpor dan diperiksa, laporan dihitung dari template yang bisa diatur tim, dan setiap laporan disetujui sebelum diterbitkan.

Tulisan ini membahas alasan bank membutuhkannya, fungsi sistemnya, perjalanan sebuah laporan di dalamnya, dan bagaimana sistem ini berkembang.

Mengapa bank membutuhkan sistem ini

Bank wajib menghitung dan melaporkan rasio likuiditas serta risiko suku bunga kepada regulator sesuai jadwal. Di bank ini, sebagian besar pekerjaan itu berjalan di spreadsheet. Waktu pengerjaan satu laporan sulit diperkirakan, data atau metode yang keliru bisa terlewat, dan catatan tentang siapa mengubah apa sangat terbatas.

Datanya sendiri ikut jadi masalah. Data datang dari beberapa sistem sumber dengan kualitas yang beragam, dan pencocokannya dengan neraca dilakukan manual. Bank ingin satu sistem yang mengolah data, menjalankan perhitungan dengan cara yang sama setiap kali, menyimpan riwayat setiap perubahan, dan mempercepat penyusunan laporan.

Apa yang dikerjakan sistem ini

Ada beberapa istilah yang muncul di seluruh sistem. LCR (Liquidity Coverage Ratio) menunjukkan apakah bank punya aset likuid yang cukup untuk menutup kebutuhan kas jangka pendek. NSFR (Net Stable Funding Ratio) melihat seberapa stabil pendanaan bank dalam rentang satu tahun. Liquidity Gap membandingkan arus kas masuk dan keluar pada tiap rentang waktu. IRRBB, kependekan dari Interest Rate Risk in the Banking Book, adalah risiko suku bunga pada kredit dan simpanan yang dimiliki bank. ILAAP, atau Internal Liquidity Adequacy Assessment Process, adalah proses bank menilai kecukupan likuiditasnya, termasuk likuiditas dalam satu hari.

Sistem ini tersusun dari modul-modul berikut:

ModulFungsinya
Master data dan kontrol aksesData referensi, akun pengguna, peran, dan hak akses.
Kualitas data sumberImpor, validasi, dan penyaringan data dari beberapa sistem sumber sebelum dipakai dalam laporan.
Template laporanTemplate yang menentukan komponen setiap laporan, dan bisa diatur oleh tim.
Pelaporan likuiditasLaporan LCR, NSFR, Liquidity Gap, dan likuiditas dalam satu hari sesuai ketentuan regulator.
Pelaporan risiko suku bungaLaporan IRRBB.
Dashboard dan pemantauan risikoDashboard yang merangkum indikator risiko likuiditas.
Persetujuan dan log aktivitasPersetujuan data dan laporan, serta log aktivitas yang lengkap.

Perjalanan sebuah laporan

Setiap laporan melewati jalur yang sama. Karena itu tim bisa bekerja dengan pola yang sama untuk semua laporan.

  1. Data dari sebuah sumber diimpor, divalidasi, dan disaring. Data yang gagal validasi diberi penanda, dan tim bisa menghapusnya secara massal.
  2. Data dicocokkan dengan neraca dan diberi status sesuai atau tidak sesuai.
  3. Laporan dihitung dari template yang berlaku. Perhitungan bisa diulang, atau dijalankan untuk tanggal sebelumnya.
  4. Maker menyiapkan laporan sebagai draft lalu mengajukannya. Statusnya berubah menjadi menunggu persetujuan.
  5. Approver meninjau apa yang ditambah, diubah, atau dihapus, lalu menyetujui atau menolak disertai alasan. Laporan yang disetujui diterbitkan.

Setiap langkah tercatat, jadi bank bisa melihat siapa yang membuat perubahan, siapa yang menyetujuinya, dan kapan.

Bagaimana sistem berkembang

Sistem ini diserahkan secara bertahap. Regulator memperbarui aturannya di tengah jalan, dan tim menemukan hal-hal yang bisa diperbaiki setelah memakainya setiap hari, jadi setiap tahap kami tangani sebagai pengembangan lanjutan dari aplikasi yang sama.

TahapYang ditambahkan
Tahap pertamaKontrol akses, master data, kualitas data untuk tiap sumber, template laporan, laporan risiko likuiditas dan suku bunga, dashboard risiko, dan log aktivitas.
Tahap keduaPenyesuaian perhitungan dengan aturan terbaru dari regulator, pencocokan dengan neraca, penghapusan massal data tidak valid, rincian perubahan di layar persetujuan, dan ringkasan item yang menunggu persetujuan.
Tahap ketigaModul likuiditas tambahan, pemantauan risiko dengan dashboard tersendiri, pemeriksaan data yang sudah disetujui tetapi masih berisi data tidak valid, menu yang ditata ulang, data referensi yang dikelola lewat aplikasi dengan persetujuan, dan pengaturan validasi yang dikelola pengguna sendiri.

Karena aturan hitung berada di template, perubahan aturan tidak perlu menunggu pengembangan ulang.

Apa yang berubah bagi tim

Perhitungan sekarang berjalan dengan cara yang sama setiap kali, tidak lagi bergantung pada siapa yang membuat spreadsheet-nya. Pencocokan dengan neraca terjadi di dalam sistem, dan riwayat persetujuan tersimpan bersama laporan yang bersangkutan. Data referensi yang dulu diubah langsung di database kini melewati langkah maker dan approver yang sama seperti data lainnya.

Kalau tim Anda masih menjalankan pelaporan regulasi di spreadsheet, halaman pengembangan software fintech kami menjelaskan cara kami mengerjakan proyek seperti ini.

Tantangan

  • Perhitungan rasio likuiditas dan risiko suku bunga bergantung pada spreadsheet manual, sehingga waktu pengerjaan sulit diukur dan kesalahan mudah terjadi.
  • Data datang dari beberapa sumber dengan kualitas yang beragam, dan pencocokannya dengan neraca dilakukan manual.
  • Setiap angka dan perubahan harus bisa diaudit: siapa yang mengubah, siapa yang menyetujui, dan kapan.
  • Ketentuan regulator berubah, dan perhitungan harus ikut menyesuaikan tanpa membangun ulang sistem.
  • Data referensi diubah langsung di database tanpa langkah persetujuan.

Solusi Kami

  • Satu aplikasi web internal untuk seluruh alur kerja: impor data, validasi, perhitungan, persetujuan, dan penerbitan laporan.
  • Validasi data bertahap, dengan penanda untuk data tidak valid dan penghapusan massal untuk data bermasalah.
  • Pencocokan otomatis data dan laporan dengan neraca, hasilnya dapat diekspor untuk arsip.
  • Template laporan yang bisa diatur tim, serta perhitungan ulang dan perhitungan untuk tanggal sebelumnya.
  • Alur maker dan approver yang menunjukkan apa yang berubah sebelum laporan diterbitkan, dengan semua aktivitas tercatat.
  • Hak akses berbasis peran, dan data referensi dikelola lewat aplikasi dengan persetujuan.
background globe

Let’s talk.

We're ready to help you deliver high-performing websites, boost your business visibility in search engines, and build digital platforms tailored to your specific needs.