Simbol Flowchart dan Fungsinya, Lengkap dengan Contoh
Referensi lengkap simbol flowchart standar beserta fungsi dan contoh penggunaannya, disajikan dalam format cheatsheet yang mudah dipahami.
Setiap diagram alur dibangun dari sekumpulan simbol dengan makna yang sudah disepakati. Simbol-simbol ini bukan sekadar bentuk geometris; masing-masing mewakili jenis langkah atau elemen tertentu dalam sebuah proses, sehingga siapa pun yang membaca flowchart dapat memahami alurnya tanpa penjelasan tambahan.
Artikel ini dirancang sebagai referensi praktis untuk simbol flowchart yang paling umum digunakan. Setiap simbol dijelaskan dari sisi bentuk, fungsi, dan contoh penggunaannya. Jika Anda mencari penjelasan konsep flowchart secara menyeluruh, termasuk cara membuatnya dan manfaatnya, silakan baca artikel Apa Itu Flowchart? Pengertian, Simbol, dan Cara Membuatnya.
Pengertian Simbol Flowchart dan Pentingnya Standarisasi
Simbol flowchart adalah bentuk grafis standar yang digunakan dalam diagram alur untuk merepresentasikan berbagai jenis langkah, keputusan, atau elemen dalam sebuah proses. Setiap bentuk memiliki arti yang spesifik, sehingga pembaca dapat langsung memahami peran setiap elemen dalam alur kerja hanya dengan melihat simbolnya.
Standarisasi simbol ini penting karena diagram alur sering digunakan lintas tim, departemen, bahkan organisasi yang berbeda. Ketika semua pihak menggunakan simbol yang sama dengan makna yang sama, komunikasi menjadi lebih efisien dan risiko salah interpretasi berkurang. Dua badan standar internasional yang menjadi acuan utama adalah ANSI (American National Standards Institute) dan ISO (International Organization for Standardization).
Berikut adalah karakteristik utama simbol flowchart yang terstandarisasi:
- Setiap simbol memiliki bentuk yang khas dan mudah dibedakan satu sama lain.
- Makna setiap simbol bersifat konsisten dan tidak bergantung pada konteks industri tertentu.
- Simbol dihubungkan oleh garis panah yang menunjukkan arah alur proses.
- Label atau teks singkat di dalam simbol menjelaskan isi langkah yang diwakilinya.
Perbedaan Artikel Ini dengan Penjelasan Konsep Flowchart Umum
Artikel ini berfokus pada simbol flowchart sebagai referensi cepat: deskripsi bentuk setiap simbol, fungsinya dalam diagram alur, dan contoh penggunaannya secara praktis. Artikel ini tidak membahas definisi flowchart secara mendalam, sejarahnya, atau panduan langkah demi langkah untuk membuat flowchart dari awal.
Jika Anda baru mengenal konsep flowchart dan ingin memahami apa itu diagram alur, mengapa digunakan, dan bagaimana cara membuatnya, artikel Apa Itu Flowchart? Pengertian, Simbol, dan Cara Membuatnya adalah titik awal yang tepat.
Simbol Flowchart Standar dan Fungsinya
Berikut adalah tabel ringkasan simbol flowchart standar yang paling umum digunakan, lengkap dengan nama, bentuk, fungsi utama, dan contoh singkat aplikasinya:
| Nama Simbol | Bentuk | Fungsi Utama | Contoh Aplikasi |
|---|---|---|---|
| Awal / Akhir | Oval (elips) | Menandai titik mulai atau selesainya proses | "Mulai" atau "Selesai" dalam diagram alur pemesanan |
| Proses | Persegi panjang | Mewakili langkah kerja atau aktivitas dalam proses | "Verifikasi data pelanggan" |
| Keputusan | Belah ketupat | Menunjukkan titik evaluasi kondisi dengan dua atau lebih jalur | "Apakah stok tersedia?" |
| Input / Output | Jajar genjang | Menandai masuknya data ke proses atau keluarnya hasil dari proses | "Masukkan nomor pesanan" atau "Cetak laporan" |
Simbol Awal dan Akhir (Oval)
Simbol oval, atau elips, menandai dua titik paling kritis dalam setiap flowchart: titik awal dan titik akhir proses. Bentuknya yang membulat dan berbeda dari simbol lain membuatnya mudah dikenali sekilas.
Dalam satu diagram alur, simbol oval biasanya muncul minimal dua kali: satu di awal dengan label seperti "Mulai" atau "Start", dan satu di akhir dengan label seperti "Selesai" atau "End". Pada proses yang lebih kompleks dengan beberapa kemungkinan akhir, simbol oval dapat muncul lebih dari dua kali.
Contoh penggunaan: Dalam flowchart proses pendaftaran akun, simbol oval pertama berlabel "Mulai" menjadi titik masuk diagram. Setelah semua langkah pendaftaran selesai dijalankan, simbol oval kedua berlabel "Selesai" menandai bahwa proses telah tuntas.
Simbol Proses (Persegi Panjang)
Simbol persegi panjang adalah simbol yang paling sering muncul dalam flowchart. Bentuknya mewakili setiap langkah kerja atau aktivitas yang dilakukan dalam proses, baik oleh manusia maupun sistem.
Setiap persegi panjang berisi deskripsi singkat tentang apa yang dilakukan pada tahap tersebut. Langkah-langkah ini bersifat eksekusi: tidak ada percabangan atau evaluasi kondisi di dalamnya, hanya penggambaran bahwa suatu tindakan diambil.
Contoh penggunaan: Dalam flowchart proses persetujuan dokumen, simbol persegi panjang dapat berisi langkah-langkah seperti "Unggah dokumen", "Periksa kelengkapan berkas", atau "Kirim notifikasi ke atasan". Setiap kotak mewakili satu tindakan yang jelas dan spesifik.
Simbol Keputusan (Belah Ketupat)
Simbol belah ketupat menandai titik dalam proses di mana sebuah kondisi dievaluasi dan alur bercabang berdasarkan hasilnya. Dari simbol ini, biasanya keluar dua jalur: satu untuk kondisi terpenuhi (misalnya "Ya") dan satu untuk kondisi tidak terpenuhi (misalnya "Tidak"). Dalam beberapa kasus, simbol keputusan dapat memiliki lebih dari dua jalur keluar jika ada beberapa kemungkinan hasil evaluasi.
Contoh penggunaan: Dalam flowchart proses pengajuan pinjaman, simbol belah ketupat dapat berisi pertanyaan "Apakah skor kredit memenuhi syarat?". Jika ya, alur berlanjut ke proses persetujuan. Jika tidak, alur mengarah ke langkah penolakan atau pengajuan ulang.
Simbol Input dan Output (Jajar Genjang)
Simbol jajar genjang menandai momen ketika data atau informasi masuk ke dalam proses (input) atau ketika proses menghasilkan sesuatu yang keluar dari sistem (output). Bentuknya yang miring ke satu sisi membedakannya secara visual dari simbol proses biasa.
Input terjadi ketika pengguna atau sistem memasukkan data yang dibutuhkan proses; output terjadi ketika proses menghasilkan informasi atau hasil yang diteruskan ke luar. Keduanya menggunakan simbol yang sama karena keduanya melibatkan pertukaran data antara proses dan lingkungan luarnya.
Contoh penggunaan: Dalam flowchart sistem pemesanan online, simbol jajar genjang muncul saat "Pelanggan memasukkan detail pengiriman" (input) dan saat "Sistem menampilkan konfirmasi pesanan" (output).
Contoh Penggunaan Simbol Flowchart dalam Diagram Alur
Simbol flowchart baru menunjukkan nilai sesungguhnya ketika digunakan bersama dalam satu diagram yang menggambarkan proses secara utuh. Berikut adalah contoh bagaimana keempat simbol standar bekerja bersama dalam satu skenario nyata.
Skenario: Proses Login Pengguna ke Aplikasi
- Simbol oval berlabel "Mulai" menandai awal proses.
- Simbol jajar genjang berlabel "Pengguna memasukkan username dan password" menandai input data dari pengguna.
- Simbol persegi panjang berlabel "Sistem memverifikasi kredensial" menggambarkan langkah proses yang dijalankan sistem.
- Simbol belah ketupat berlabel "Apakah kredensial valid?" mengevaluasi hasil verifikasi. Jika ya, alur berlanjut ke langkah berikutnya. Jika tidak, alur kembali ke langkah input untuk percobaan ulang atau menampilkan pesan kesalahan.
- Simbol jajar genjang berlabel "Sistem menampilkan halaman utama" menandai output berupa tampilan yang diterima pengguna.
- Simbol oval berlabel "Selesai" menandai akhir proses login.
Dari contoh di atas, terlihat jelas bagaimana setiap simbol memiliki peran yang berbeda namun saling melengkapi. Oval membingkai proses, persegi panjang menjalankan langkah kerja, belah ketupat menentukan arah berdasarkan kondisi, dan jajar genjang menandai pertukaran data. Kombinasi keempat simbol ini sudah cukup untuk menggambarkan sebagian besar proses bisnis atau teknis secara visual.
Untuk melihat lebih banyak contoh diagram alur yang lengkap dalam berbagai konteks, Anda dapat merujuk ke artikel 10 Contoh Flowchart dalam Kehidupan Sehari-hari dan Bisnis.
Simbol Tambahan dan Kurang Umum dalam Flowchart
Selain empat simbol utama, terdapat beberapa simbol tambahan yang diakui secara luas dan digunakan dalam konteks tertentu. Simbol-simbol ini tidak selalu muncul dalam setiap flowchart, tetapi berguna ketika proses yang digambarkan memiliki elemen yang lebih spesifik.
- Simbol Dokumen (Document): Berbentuk persegi panjang dengan bagian bawah bergelombang. Digunakan untuk menandai langkah yang menghasilkan atau membutuhkan dokumen fisik maupun digital, seperti laporan atau formulir.
- Simbol Penyimpanan Data (Data Storage): Berbentuk silinder atau tabung. Menandai titik dalam proses di mana data disimpan ke dalam basis data atau sistem penyimpanan.
- Simbol Konektor (Connector): Berbentuk lingkaran kecil. Digunakan untuk menghubungkan bagian-bagian diagram alur yang terpisah, terutama ketika flowchart terlalu panjang untuk ditampilkan dalam satu area.
- Simbol Proses Manual (Manual Operation): Berbentuk trapesium. Menandai langkah yang dilakukan secara manual oleh manusia, bukan oleh sistem otomatis.
- Simbol Penundaan (Delay): Berbentuk seperti huruf D yang dimiringkan. Menandai titik dalam proses di mana terjadi jeda atau waktu tunggu sebelum langkah berikutnya dapat dilanjutkan.
Penggunaan simbol tambahan ini bersifat opsional dan disesuaikan dengan kebutuhan spesifik diagram yang dibuat. Untuk flowchart sederhana, empat simbol standar sudah memadai. Simbol tambahan baru diperlukan ketika proses yang digambarkan memiliki elemen yang tidak dapat diwakili oleh simbol utama.
Tips Menggunakan Simbol Flowchart dengan Benar
Mengetahui simbol saja tidak cukup. Penggunaan yang tepat dan konsisten adalah kunci agar diagram alur yang Anda buat dapat dipahami dengan mudah oleh orang lain. Berikut adalah beberapa panduan praktis yang perlu diperhatikan:
- Gunakan simbol sesuai fungsinya. Jangan menggunakan simbol proses untuk menggambarkan keputusan, atau simbol oval di tengah alur. Penyimpangan dari fungsi standar akan membingungkan pembaca.
- Jaga konsistensi ukuran dan bentuk. Dalam satu diagram, gunakan ukuran simbol yang seragam agar tampilan flowchart rapi dan mudah dibaca. Variasi ukuran yang tidak disengaja dapat membuat pembaca mengira ada perbedaan makna.
- Sertakan label yang jelas di setiap simbol. Teks di dalam simbol harus singkat namun cukup deskriptif untuk menjelaskan apa yang terjadi pada langkah tersebut. Hindari label yang terlalu panjang atau terlalu umum.
- Pastikan arah panah konsisten dan logis. Garis panah yang menghubungkan simbol harus mengalir dalam satu arah yang jelas, umumnya dari atas ke bawah atau dari kiri ke kanan. Arah yang tidak konsisten membuat alur sulit diikuti.
- Hindari penggunaan simbol yang berlebihan. Mulailah dengan simbol standar dan tambahkan simbol khusus hanya jika benar-benar diperlukan untuk kejelasan.
- Uji keterbacaan diagram Anda. Setelah selesai, minta orang lain yang tidak terlibat dalam pembuatan untuk membaca flowchart tersebut. Jika mereka dapat mengikuti alurnya tanpa penjelasan tambahan, diagram Anda sudah cukup baik.
Flowchart yang efektif adalah alat komunikasi: ketika digunakan dengan benar, diagram alur membantu tim memahami proses kerja, mengidentifikasi hambatan, dan mendokumentasikan prosedur secara terstruktur. Untuk memahami bagaimana flowchart berkaitan dengan konsep alur kerja yang lebih luas, Anda dapat membaca artikel Apa Itu Workflow? Pengertian dan Bedanya dengan SOP. Jika Anda menggunakan flowchart untuk mendokumentasikan prosedur operasional, artikel Apa Itu SOP (Standard Operating Procedure)? Pengertian dan Contohnya juga relevan sebagai referensi pendamping.
Menguasai simbol flowchart standar beserta fungsinya memungkinkan Anda menggambarkan proses apa pun secara visual dengan cara yang dapat dipahami semua pihak yang terlibat, tanpa perlu penjelasan panjang lebar.
Table of Content
Explore More

Let’s talk.
We're ready to help you deliver high-performing websites, boost your business visibility in search engines, and build digital platforms tailored to your specific needs.



